Diskusi Menggagas Konten Media Komunitas

Diskusi Menggagas Konten Media Komunitas

Diskusi Menggagas Konten Media Komunitas

Combine Resource Institution (CRI) akan menggelar Diskusi Menggagas Konten Media Komunitas pada Selasa, 23 Mei 2017 pukul 14.00 di Limasan CRI, Jalan KH Ali Maksum No 183 Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Diskusi ini diadakan untuk menggali beragam jenis konten yang bisa digunakan oleh penggiat media komunitas dalam upayanya memberikan informasi dari oleh dan untuk warga. Akan hadir sebagai narasumber: Tomi Wibisono (WARNING! Magazine) akan berbagi cerita tentang zine, Khoirul Muna (penggiat media komunitas MGM FM Borobudur) berbagi cerita tentang radio komunitas, serta Budi Dharmawan (fotografer) yang akan berbagi tentang foto cerita.

Tema ini diambil karena melihat peluang berkembangnya pengelolaan informasi berbasis komunitas di era digital seperti sekarang. Berbekal seperangkat teknologi yang kian hari kian mudah diakses oleh masyarakat luas, media Рmedia berbasis komunitas menjalankan fungsinya dalam mengangkat isu-isu dasar bagi  komunitasnya masing-masing.  Kondisi ini pula yang kemudian memungkinkan media komunitas untuk menghadirkan konten dalam berbagai platform bagi publik yang dilayani.

Seiring dengan hadirnya internet serta berbagai inovasi di bidang teknologi komunikasi, media komunitas terus didorong untuk meyesuaikan diri. Sejak 2008 CRI mulai memperkenalkan istilah konvergensi media pada pegiat radio komunitas yang menjadi jaringannya. Pegiat radio komunitas pun didorong untuk tidak hanya menguasai kemampuan memproduksi konten siaran secara lisan, namun juga melakukan reportasi dan menulis laporan jurnalistik.

Pasalnya, ruang digital telah memungkinkan pegiat media komunitas untuk menyajikan kontennya dalam lebih dari satu platform. Dalam sebuah situs media komunitas, misalnya, tersedia ruang untuk diisi dengan berbagai konten, mulai dari audio (siaran radio streaming), teks, foto, hingga konten audio visual.

Pilihan untuk mengembangkan media dalam berbagai jenis bentuk dan konten ini tentu didasari alasan yang kuat, bahwa masing-masing jenis konten memiliki fungsi dan kelebihannya sendiri. Konten teks, misalnya, sangat unggul dalam menyajikan detil dari suatu isu/ peristiwa yang diangkat. Konten audio-visual, misalnya, memiliki keunggulan dalam menyajikan kisah secara memikat. Selain itu, kondisi komunitas dan target audiens yang unik dari masing-masing media komunitas juga menjadi dasar dalam memilih jenis konten yang hendak disajikan.

Dalam diskusi ini diharapkan para peserta dapat memperoleh gambaran tentang jenis konten yang tepat bagi audiens di masing-masing media komuunitas. Selain itu, peserta juga mendapat informasi terkait proses produksi konten media, mulai dari pematangan ide hingga teknis produksi masing-masing konten. (My)

You may also like...