“Representasi perempuan pada program televisi tidak hanya soal mengeksploitasi tubuh perempuan, tetapi juga peran sosialnya. Dalam acara bertajuk “Ibu” digambarkan peran perempuan sebagai sosok kuat dan pencari nafkah bagi rumah tangga. Tetapi acara ini seakan sekadar eksploitasi airmata yang mengocok emosi penonton, dan bukan bangun kesadaran peka adil jender,” ungkap Sukiratnasari dari Komisi Penyiaran Indonesia [...]
|
