Follow Kami di Jejaring Sosial

     


Site Map: Home > Berita, Kegiatan > Lima Desa Ikuti Pelatihan Tikus Darat
28 November 2011 06:52 WIB

Perwakilan dari lima desa mengikuti Training of Trainers (ToT) “Sistem Informasi dan Komunikasi Kebencanaan” yang diselenggarakan oleh Tim Informasi dan Komunikasi untuk Situasi Darurat (TIKUS DARAT), COMBINE Resource Institution (CRI), Senin-Selasa (28-29/11), di Hotel Galuh, Prambanan, Klaten. Lima desa itu adalah: Terong (Bantul), Talun (Klaten), Sirahan (Magelang), dan Kepuharjo serta Galagaharjo (Sleman).

Koordinator Tikus Darat Mart Widarto, menuturkan, sampai kini sebagian besar masyarakat baru mulai menanggulangi bencana alam setelah ada kejadian, atau biasa disebut sebagai masa tanggap darurat. Masyarakat belum begitu terbiasa untuk menangkal, paling tidak menyiapkan, dan merencanakan penanggulangan bencana agar resikonya bisa ditekan.

Mart sedang memberi pengantar pada peserta pelatihan

Mewujudkan masyarakat yang siap menghadapi ancaman bencana itulah, kata Mart lagi, tujuan penyelenggaraan ToT Ini. “Seperti memetakan media apa saja yang cocok digunakan untuk pra-bencana, misalnya, di Desa Terong pakai Radio Komunitas Menara Siar FM. Dan Desa Talun mendengarkan Radio Komunitas Lintas Merapi FM,” tutur Mart.

Tapi, “Sebelum itu (memetakan media pra-bencana), harus paham dulu soal konsep penanggulangan bencana, analisis resiko, dan peta para pihak di desa, baik yang mengurangi atau menambah potensi kerugian. Selama dua hari ini harus khatam dulu,” tambah Mart.

Selain itu, pelatihan ini juga sebagai bentuk penyatuan antara Sistem Informasi Desa, sebagai bank data sumber daya desa, untuk menjadi pedoman perencanaan Pengurangan Resiko Bencana (PRB). Penyatuan tersebut merupakan langkah pertama dari hasil pertemuan para pakar SID yang diadakan oleh CRI beberapa waktu lalu, Kami (17/11).

“Tidak hanya urusan darurat, tapi juga bagaimana proses mitigasinya berdasarkan data-data yang dimiliki oleh desa,” kata Elanto Wijoyono, selaku Koordinator Lumbung Komunitas, CRI, yang membawahi program SID.

“Desa Talun dan Terong sudah memiliki data-data tersebut,” tambah Joyo.

Para peserta mengikuti pemaparan fasilitator pelatihanJumarno, seorang peserta dari Desa Talun, Klaten, mengaku di desanya telah lama menjalin hubungan dengan pihak pemerintah kabupaten untuk penanggulangan bencana. Tapi, selama ini kerjasama desa-kabupaten tidak berjalan baik, terbukti dengan kurang diperhatikannya terna-ternak yang dimiliki oleh warga dalam penanggulangan letusan Merapi tahun lalu.

“Masyarakat Talun dengan ternak sapi itu satu kesatuan,” kata Jumarno.

Khairul Anam


tidak ada komentar untuk tulisan diatas

Belum ada Komentar

Tulis Komentar

Nama* Comment
E-mail*
Website
Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia - 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id