Follow Kami di Jejaring Sosial

     


Site Map: Home > Penerbitan > Pewarta Warga: Teori dan Praktik
6 May 2010 12:55 WIB

Judul           : Pewartaan Warga: Teori dan Praktik
Pengarang : Yossy Suparyo
Penerbit      : COMBINE Resource Institution
Tahun         : 2010
Dimensi      : 12 x 19cm; 128 hlm.

Buku ini disusun sebagai panduan bagi pa­ra pewarta di Suara Komunitas agar bekerja se­­­cara efektif dan efisien. Kegiatan kepewartaan di Suara Komunitas meng­acu pada prinsip-prinsip pewartaan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Pers sehingga seluruh hasil pewartaan harus didasarkan atas fakta. Pewarta mengumpulkan fakta-fakta dari peristiwa yang terjadi di daerahnya dan menyusunnya menjadi berita.

Pengemasan informasi di Suara Komunitas memperhatikan ca­ra pandang pewartaan yang berpihak ke war­ga. Suara Komunitas merupakan perwujudan ke­sadaran warga akan pentingnya peran serta mereka dalam me­ng­elola informasi. Lewat pengelolaan informasi, warga berharap tercipta perubah­an dalam tata kehidupan mereka.

Selain merekam dan menyebarluaskan in­for­masi di daerahnya, para pewarta Suara Komunitas saling ber­tukar informasi dengan daerah lainnya. Logika dasarnya, per­ma­sa­lahan yang dihadapi oleh suatu daerah mungkin ada di daerah lainnya. Ide atau cara yang diguna­kan suatu daerah untuk menye­lesaikan masalah bisa menjadi rujukan bagi tempat lainnya. Pertukaran informasi memungkinkan para warga belajar dan mencari jalan keluar.

Sejak 2005, COMBINE Resource Institution (CRI) bersama media-media komuni­tas di Indonesia mengembangkan pelbagai saluran informasi akar rumput. Ada Jalin Me­ra­pi untuk sistem informasi di lereng Gunung Merapi, Apik untuk ajang pertukaran informasi komu­nitas pedesaan, dan Suara Komunitas untuk pe­ngelo­laan dan pertukaran informasi komu­ni­tas. Lewat program ini, para pegiat media komunitas menjadi lokomotif perubahan-perubahan di daerahnya masing-masing.

Selain dampak positif dari kerja kepewar­taan warga, CRI menyadari pelbagai kesalah­an-kesalahan terkait dengan pengemasan in­formasi sering dilakukan oleh pewarta warga. Kesalahan yang sering muncul, antara lain salah ketik, nara sumber tidak lengkap, pemborosan kata, penggunaan tanda baca yang salah, dan pembuatan kalimat yang tak runtut sehingga berakibat pada penyampaian informasi yang kurang gamblang.

Ada juga permasalahan yang muncul akibat perbedaan pemahaman pewarta atas dunia kepewartaan. Umum­nya, mereka masih terjebak dalam cara pan­dang pewartaan pada media arus utama. Lalu, pada Pertemuan Nasional Suara Komunitas, 17-19 Desember 2009, para penyunting wilayah menyepakati adanya penyusunan Buku Panduan Pewarta Suara Komunitas.

Panduan ini menjadi rujukan para pewarta warga saat mereka bimbang memilih cara pengemasan berita seperti apa yang akan dilakukan. Namun, terbitnya buku ini tidak bertujuan un­tuk menyeragamkan seluruh ga­ya dan segi pewartaan yang dilakukan warga. Pedoman ini sekadar alat bantu yang akan mempercepat kerja pe­war­taan warga. Oleh karena itu, CRI berharap di masa yang akan datang buku pedoman ini da­pat dikembangkan lagi.

Buku ini dipersembahkan bagi para pe­war­ta warga yang mampu membuktikan bah­wa warga mampu memperkuat diri melalui pe­ngelolaan dan pertukaran informasi. Selamat membaca.


tidak ada komentar untuk tulisan diatas

Belum ada Komentar

Tulis Komentar

Nama* Comment
E-mail*
Website
Jl. KH Ali Maksum No 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Indonesia - 55188 Telp/Fax : +62 274 411 123 E-mail: office[at]combine.or.id