AMARC Japan Working Group JICA DRLC CRI
kerjasama antara AMARC Japan Working Group – Disaster Reduction Learning Center / JICA Hyogo – Combine Resource Institution – Radio Komunitas Angkringan FM Sewon, Bantul – Radio Komunitas Lintas Merapi FM Deles, Klaten
Latar Belakang
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 telah menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak dalam upaya membangun komunikasi dan memperoleh informasi dalam rangka pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya. Setiap orang boleh mencari, mempreoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Radio komunitas, yang telah diakui oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku, telah memnuhi syarat sebagai salah satu saluran komunikasi dan informasi yang dapat digunakan oleh masyarakat.
Namun, hal yang harus dipahami utuh oleh masyarakat dalam rangka pembangunan paradigma hidup bersama ancaman bencana, adalah bahwa media tetap merupakan suatu alat. Alat ini hanya akan berfungsi sesuai dengan peran yang diharapkan jika dimanfaatkan dengan tepat guna. Dengan pemahaman ini, diharapkan pegiat radio komunitas dapat menyelanggarakan siaran komunitasnya sebagai wujud ruang komunikasi untuk menanggulangi berbagai hal yang ada dalam kehidupan masyarakat. Ancaman dan bencana kemudian jelas menjadi salah satu hal utama yang harus selalu dikomunikasikan dalam kehidupan keseharian agar kesadaran menuju kesiapsiagaan selalu terpelihara.
Oleh karena itu, disadari bahwa sangat penting untuk mempersiapkan sebuah radio komunitas yang tak hanya lihai dalam urusan teknis siaran, tetapi juga mampu membangun jaringan komunikasi dan jaringan kerja dengan berbagai pihak. Sebagai media di aras lokal, radio komunitas berperan penting sebagai penerus informasi agar komunikasi bisa berlangsung dua arah. Radio komunitas juga bisa memposisikan diri sebagai mediator yang mampu mempertemukan para pihak dengan masyarakat tempatannya untuk secara rutin mengelola pendidikan kebencanaan. Jaringan tersebut akan memudahkan suatu radio komunitas, baik dalam pengelolaan materi siarannya (karena akan mendapatkan data dan informasi dari lebih banyak narasumber) maupun dalam pengelolaan kegiatan radionya (karena akan ada lebih banyak peluang bekerjasama).
Potensi radio komunitas itu tidak hanya telah disadari oleh pegiat radio komunitas di Indonesia. Asosiasi Pegiat Radio Komunitas se-Dunia (AMARC – World Association of Community radio Broadcaster), khususnya AMARC Japan Working Group telah pula mengembangkan kegiatan peningkatan kapasitas pegiat radio komunitas di Jepang melalui beberapa program. Salah satu yang paling mutakhir adalah pembuatan materi audio penanggulangan bencana yang dibuat dalam lebih dari 9 bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Materi penanggulangan bencana, seperti gempabumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor itu diprogramkan untuk dapat disunting dan disiarkan melalui radio komunitas, baik sebagai informasi tanggap darurat maupun informasi pendidikan kebencanaan.
Dengan dukungan Disaster Reduction Learning Center – Japan International Cooperation Agency (JICA) Hyogo, program tersebut dibawa ke Indonesia untuk diujicobakan di beberapa radio komunitas. Selain ujicoba materi yang telah ada tersebut, radio komunitas di Indonesia diharapkan pula nantinya dapat membuat materi serupa yang lebih dekat dengan konteks tempatannya.
Combine Resource Institution (CRI), lembaga yang berbasis di Yogyakarta, berperan mengorganisasikan kegiatan penerapan ujicoba dan pengembangan materi audio kebencanaan tersebut di Indonesia. Sebagai langkah percontohan, ada dua radio komunitas yang akan menjadi awalan, yakni Radio Komunitas Angkringan FM di Sewon, Bantul, D.I. Yogyakarta dan Radio Komunitas Lintas Merapi FM di Deles, Klaten, Jawa Tengah. Radio Komunitas Angkringan FM dipilih dengan kedekatannya pada risiko ancaman bencana gempabumi dan kekeringan. Sementara, Radio Komunitas Lintas Merapi FM dipilih dengan kedekatannya pada risiko ancaman erupsi Gunungapi Merapi, tanah longsor, dan kekeringan.
Dengan mendasarkan pada prinsip bahwa radio komunitas sebagai ruang komunikasi warga tempatan, maka kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada penyelenggarakan siaran dan pembuatan materi audio. CRI sejak awal bulan Juli 2009 memandu pegiat radio komunitas dan warga tempatan di dua wilayah yang berbeda itu untuk tidak hanya mengenal materi audio buatan AMARC Japan Working Group dan JICA Hyogo itu, tetapi membantu pula melakukan perencanaan kegiatan onair dan offair yang dapat dikembangkan untuk mendukung program tersebut. Sebuah lokakarya pemetaan potensi ancaman bencana dan potensi sumberdaya di setiap tempatan pun digelar, sebagai awal masuk menuju langkah ujicoba materi audio di atas pada paruh kedua bulan Juli 2009.
Pada awal bulan Agustus 2009 ini, sebuah seri lokakarya akan kembali digelar sebagai salah satu langkah tindak lanjut. Tujuan lokakarya kali ini tertera dalam bagian di bawah ini, yang akan diteruskan dengan program pendampingan pembuatan dan pengembangan materi audio penanggulangan bencana yang akan dikolaborasikan dengan program kegiatan onair dan offair di kedua radio komunitas di atas hingga akhir tahun 2009. Sebuah dokumentasi dan modul secara bersamaan juga akan disusun oleh CRI bersama AMARC Japan Working Group, yang kemudian dapat dipublikasikan, baik kepada pegiat radio komunitas di Indonesia maupun di dunia.
Tujuan
Seri lokakarya ini adalah tahap lanjutan dari proses lokalatih pemetaan potensi ancaman dan sumberdaya wilayah yang dilakukan pada pertengahan bulan Juli 2009 lalu. Secara khusus, setiap lokakarya di masing-masing wilayah ini bertujuan untuk:
1. Mempublikasikan hasil lokalatih pemetaan potensi ancaman dan sumberdaya tempatan (desa) sebagai bahan acuan pembuatan materi audio penanggulangan bencana oleh radio komunitas kepada publik
2. Mempublikasikan hasil ujicoba materi audio penanggulangan bencana buatan AMARC Japan Working Group – JICA di masing-masing tempatan
3. Menjaring tinjauan dan masukan dari para pihak mengenai peta potensi ancaman dan sumberdaya tempatan sebagai bahan pembuatan/pengembangan program penanggulangan bencana oleh radio komunitas (onair dan offair) yang akan dibuat dalam sesi lokakarya
4. Membangun kesepahaman dan kesepakatan para pihak dalam pemanfaatan gerakan radio komunitas di wilayah tempatan sebagai bagian dari upaya penanggulangan bencana secara berkelanjutan, yang kegiatan percontohannya dilakukan di Radio Komunitas Angkringan FM (Bantul) dan Radio Komunitas Lintas Merapi FM (Klaten) hingga akhir tahun 2009
Keluaran
Sebagai sebuah lokakarya, acara ini dilakukan dengan beragam jenis kegiatan, mulai dari presentasi, diskusi, dan pembuatan produk pengetahuan berupa materi audio yang dapat disiarkan melalui radio komunitas. Secara umum, keluaran seri kegiatan ini meliputi:
1. Rangkuman saran dan masukan dari hasil diskusi mengenai peta potensi ancaman dan sumberdaya tempatan yang akan digunakan sebagai bahan acuan pembuatan/pengembangan program penanggulangan bencana oleh radio komunitas (onair dan offair)
2. Evaluasi atas penerapan/ujicoba materi audio penanggulangan bencana buatan AMARC Japan Working Group – JICA.
3. Rancangan program kegiatan onair dan offair mengenai penanggulangan bencana di radio komunitas tempatan (Radio Komunitas Angkringan FM dan Radio Komunitas Lintas Merapi FM)
4. Produk audio penanggulangan bencana versi tempatan yang dibuat oleh pegiat radio komunitas setempat
Waktu dan Tempat Kegiatan:
Lokakarya dua seri ini akan digelar di dua desa di wilayah kabupaten yang berbeda, yang masing-masing memiliki potensi sumberdaya dan ancaman bencana yang khusus.
Lokakarya bersama Radio Komunitas Angkringan FM, Timbulharjo, Sewon, Bantul
Hari, tanggal: Minggu – Senin, 2 – 3 Agustus 2009
Tempat: Balai Desa Timbulharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Lokakarya bersama Radio Komunitas Lintas Merapi FM, Deles, Sidorejo, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah
Hari, tanggal: Selasa – Rabu, 4 – 5 Agustus 2009
Tempat: Studio Radio Komunitas Lintas Merapi FM, Deles, Sidorejo, Kemalang, Klaten
Agenda Kegiatan:
Lokakarya I di Desa Timbulharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
No / Waktu / Acara / Pembicara – Peserta
Minggu, 2 Agustus 2009
1. 08.30 – 09.00
Pendaftaran ulang peserta
2. 09.00 – 10.00
* Pembukaan oleh CRI
* Sambutan oleh Kepala Desa Timbulharjo
* Sambutan oleh JICA Hyogo
* Pengantar oleh AMARC Japan Working Group
3. 10.00 – 12.00
Diskusi Panel
* Presentasi: Laporan hasil pemetaan potensi ancaman bencana dan ujicoba Disaster Management Audio Material (produksi AMARC) di Desa Timbulharjo oleh Sarjiman (Radio Komunitas Angkringan FM)
* Tinjauan atas laporan pemetaan dan ujicoba Disaster Management Audio Material (produksi AMARC) oleh Valentinus Irawan (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Junichi Hibino (AMARC Japan Working Group), Ambar Sari Dewi (warga Timbulharjo)
* Diskusi – Moderator: Elanto Wijoyono (CRI)
4. 12.00 – 13.00
Istirahat, sholat, makan
5. 13.00 – 14.30
Diskusi Kelompok Terfokus
Fasilitator: Elanto Wijoyono, Saiful Bakhtiar
* Menjaring tanggapan atas Disaster Management Audio Material (produksi AMARC)
* Menjaring masukan untuk pembuatan dan penerapan Disaster Management Audio Material versi tempatan
* Presentasi hasil diskusi kelompok (rekomendasi) oleh Wakil kelompok
6. 14.30 – 15.00
Penutup Hari I, pengantar menuju Hari II oleh MC
Peserta Lokakarya Hari I:
- pegiat Radio Komunitas Angkringan FM
- warga Desa Timbulharjo (perwakilan tiap dusun)
- aparat pemerintah setempat (desa, kecamatan, kabupaten)
- pakar dan/atau akademisi
- media massa
—————–
Senin, 3 Agustus 2009
1. 08.30 – 09.00
Pendaftaran ulang peserta
2. 09.00 – 10.00
Pembukaan oleh MC
Tinjauan atas hasil diskusi dan rekomendasi Hari I
Fasilitator: Elanto Wijoyono
3. 10.00 – 12.00
Lokakarya pembuatan Disaster Management Audio Material versi tempatan
Fasilitator: Saiful Bakhtiar, Mart Widarto
4. 12.00 – 13.00
Istirahat, sholat, makan
5. 13.00 – 14.00
Lokakarya perencanaan strategi penanggulangan bencana dalam program onair dan offair radio komunitas
Fasilitator: Saiful Bakhtiar, Mart Widarto
6. 14.00 – 14.30
Ujicoba dan tinjauan Disaster Management Audio Material versi tempatan
Fasilitator: Saiful Bakhtiar
7. 14.30 – 15.00
Rangkuman hasil lokakarya oleh Mart Widarto
Perencanaan tindak lanjut oleh Mart Widarto
Penutup oleh MC
Peserta Lokakarya Hari II:
- pegiat Radio Komunitas Angkringan FM
- warga dan aparat Desa Timbulharjo (untuk sesi ujicoba Disaster Management Audio Material); terbatas
- pakar dan/atau akademisi
- media massa
—————————-
Lokakarya II di Desa Sidorejo, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah
No / Waktu / Acara / Pembicara – Peserta
Selasa, 4 Agustus 2009
1. 08.30 – 09.00
Pendaftaran ulang peserta
2. 09.00 – 09.30
* Pembukaan oleh CRI
* Sambutan oleh Kepala Desa Timbulharjo
* Sambutan oleh JICA Hyogo
* Pengantar oleh AMARC Japan Working Group
3. 09.30 – 12.00
Diskusi Panel
* Presentasi: Laporan hasil pemetaan potensi ancaman bencana dan ujicoba Disaster Management Audio Material (produksi AMARC) di Desa Sidorejo oleh Sukiman (Radio Komunitas Lintas Merapi FM)
* Tinjauan atas laporan pemetaan dan ujicoba Disaster Management Audio Material (produksi AMARC) oleh Valentinus Irawan (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Soebandrio (BPPTK), Junichi Hibino(AMARC Japan Working Group), Yami (Forum Klaster Lereng Merapi)
* Diskusi – Moderator: Elanto Wijoyono (CRI)
4. 12.00 – 13.00
Istirahat, sholat, makan
5. 13.00 – 14.30
Diskusi Kelompok Terfokus
Fasilitator: Elanto Wijoyono, Saiful Bakhtiar
* Menjaring tanggapan atas Disaster Management Audio Material (produksi AMARC)
* Menjaring masukan untuk pembuatan dan penerapan Disaster Management Audio Material versi tempatan
* Presentasi hasil diskusi kelompok (rekomendasi) oleh wakil kelompok
6. 14.30 – 15.00
Penutup Hari I, pengantar menuju Hari II oleh MC
Peserta Lokakarya Hari I:
- pegiat Radio Komunitas Lintas Merapi FM
- warga Desa Sidorejo (perwakilan tiap dusun)
- aparat pemerintah setempat (desa, kecamatan, kabupaten)
- pakar dan/atau akademisi
- media massa
—————————
Rabu, 5 Agustus 2009
1.08.30 – 09.00
Pendaftaran ulang peserta
2. 09.00 – 10.00
Pembukaan oleh MC
Tinjauan atas hasil diskusi dan rekomendasi Hari I
Fasilitator: Saiful Bakhtiar
3. 10.00 – 12.00
Lokakarya pembuatan Disaster Management Audio Material versi tempatan
Fasilitator: Saiful Bakhtiar, Mart Widarto
4. 12.00 – 13.00
Istirahat, sholat, makan
5. 13.00 – 14.00
Lokakarya perencanaan strategi penanggulangan bencana dalam program onair dan offair radio komunitas
Fasilitator: Saiful Bakhtiar, Mart Widarto
6. 14.00 – 14.30
Ujicoba dan tinjauan Disaster Management Audio Material versi tempatan
Fasilitator: Saiful Bakhtiar
7. 14.30 – 15.00
Rangkuman hasil lokakarya oleh Mart Widarto
Perencanaan tindak lanjut
Penutup oleh MC
Peserta Lokakarya Hari II:
- pegiat Radio Komunitas Lintas Merapi FM
- warga dan aparat Desa Sidorejo (untuk sesi ujicoba Disaster Management Audio Material); terbatas
- pakar dan/atau akademisi
- media massa

tidak ada komentar untuk tulisan diatas
Belum ada Komentar
Tulis Komentar