Sarasehan di atas bertujuan untuk mengetahui hubungan tradisi keagamaan di masyarakat dengan perubahan masyarakat akar rumput. Lalu, seberapa besar kekuatan keagamaan memainkan peran dalam pemberdayaan masyarakat akar rumput. Pembacaan di atas akan menjadi pertimbangan dalam merumuskan cara pandang dan pendekatan yang digunakan Combine dalam melakukan dukungan kerja-kerja pemberdayaan masyarakat melalui jaringan informasi dan komunikasi masyarakat akar rumput.
Acara sarasehan akan dilaksanakan pada Sabtu, 18 September 2008 pukul 15.00-18.00 WIB di Rumah Makan Banyumili, Jl. Godean Yogyakarta dengan M. Jadul Maula, Pengasuh Pesantren LKiS Yogyakarta, sebagai pembicara.
Combine meyakini sejak awal kelahirannya agama selalu menjadi sumber koreksi. Agama adalah sumber kritik sosial abadi. Lebih jauh lagi, dalam nilai-nilainya yang abadi, agama selalu menjadi sumber inspirasi pembebasan manusia dan berbagai belenggu perbudakan, penindasan, dan eksploitasi. Kehadiran nabi-nabi atau orang suci dalam sejarah agama-agama merupakan contoh nyata betapa agama menyuarakan dan mendeklarasikan semangat pembebasan.

tidak ada komentar untuk tulisan diatas
Belum ada Komentar
Tulis Komentar